PENGEMBANGAN MODEL
PEMBELAJARAN TIK BERBASIS E-LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU
PAUD DI PADANG PARIAMAN SUMATERA BARAT
Contoh Tesis Berbasis
TIK pada PAUD
Dosen Pengampu : Dr.
Robinson Situmorang (Dosen UNJ)
A. LATAR
BELAKANG
Perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh terhadap
dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Dengan berkembangnya
penggunaan TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu: (1) dari
pelatihan ke penampilan, (2) dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja, (3)
dari kertas ke “on line” atau saluran, (4) fasilitas fisik ke fasilitas
jaringan kerja, (5) dari waktu siklus ke waktu nyata.
Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan
dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet,
e-mail, dan sebagainya. Interaksi antara dosen dan mahasiswa tidak hanya
dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan
media-media tersebut. dosen dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan
langsung dengan mahasiswa. Demikian pula mahasiswa dapat memperoleh informasi
dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang
maya dengan menggunakan komputer atau internet. TIK telah mengubah wajah
pembelajaran yang berbeda dengan proses pembelajaran tradisional yang ditandai
dengan interaksi tatap muka antara dosen dengan mahasiswa baik di kelas maupun
di luar kelas. Di masa-masa mendatang, arus informasi akan makin meningkat
melalui jaringan internet yang bersifat global di seluruh dunia dan menuntut
siapapun untuk beradaptasi dengan kecenderungan itu kalau tidak mau ketinggalan
jaman. Dengan kondisi demikian maka pendidikan khususnya proses pembelajaran
cepat atau lambat tidak dapat terlepas dari keberadaan komputer dan internet
sebagai alat bantu utama. Dalam situasi seperti ini, dosen sebagai fasilitator
pembelajaran dituntut kemampuannya dalam menggunakan teknologi, dengan demikian
dengan adanya TIK dapat meningkatkan kompetensi dosen sebagai pendidik.
Pembelajaran
dewasa ini menghadapi 2 tantangan. Tantangan yang pertama datang dari adanya
perubahan persepsi tentang belajar itu sendiri sebagai konsekuensi perubahan
kurikulum dan tantangan kedua datangnya dari adanya teknologi informasi dan
telekomunikasi yang memperlihatkan perkembangan sangat pesat tanpa diimbangi
perkembangan sumber daya manusia (SDM). Kontruksivisme pada dasarnya telah
menjawab tantangan yang pertama dengan mendefinisi belajar sebagai proses
kontruktif dimana informasi diubah menjadi pengetahuan melalui proses
interpretasi, korespondensi, representasi, dan elaborasi.
Pemanfaatan
teknologi informasi dan kominakasi (TIK/ICT) dalam pembelajaran saat ini terus
berkembang. Bahan belajar merupakan elemen penting dalam pemanfaatan teknologi
informasi dan komunikasi untuk pembelajaran. Untuk itu, maka kemampuan seorang
dosen dalam mengembangkan bahan belajar berbasis ICT menjadi sangat
penting. Bahan ajar yang di rancang adalah bahan yang dengan sengaja disiapkan
untuk keperluan belajar. Ditinjau dari sisi fungsi , bahan ajar yang dirancang
dapat dikelompokan menjadi tiga kelompok, yakni bahan prentasi, bahan
referensi, dan bahan belajar mandiri. Sedangkan ditinjau dari media ,bahan ajar
dapat dikelompokkan menjadi bahan ajar cetak, audio, televisi, multimedia, dan
E-Learning (website).
Upaya-upaya
peningkatan kompetensi dosen dan prestasi belajar mahasiswa senantiasa
terus dilakukan oleh lembaga pendidikan tinggi, pada setiap faktor yang dapat
meningkatkan prestasi belajar mahasiswa. Terlebih-lebih dengan adanya
pemanfaatan perangkat teknologi informasi dan komunikasi, yang memungkinkan
untuk melakukan aktivitas belajar dan mengajar lebih efektif.
Pengembangan
pendidikan menuju e-learning merupakan suatu keharusan agar standar
mutu pendidikan dapat ditingkatkan, karena e-learning merupakan satu penggunaan
teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang
berlandaskan tiga kriteria yaitu: (1) e-learning merupakan jaringan
dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi
materi ajar atau informasi, (2) pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui
komputer dengan menggunakan teknologi internet yang standar, (3) memfokuskan
pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik paradigma
pembelajaran tradisional (Rosenberg 2001; 28), dengan demikian urgensi
teknologi informasi dapat dioptimalkan untuk pendidikan.
PAUD
adalah jenjang pendidikan prasekolah yang mengantarkan anak menuju jenjang
pendidikan yang lebih tinggi. Pada usia ini anak mengalami masa keemasan dalam
tumbuh kembangnya. Oleh karena itu peran pendidik atau guru menjadi sangat
penting sebagai pengasuh, pendamping dan
pendidik bagi anak didik, sehingga anak memiliki kesiapan mental yang baik,
sebagai kunci keberhasilannya kelak.
Dalam
rangka meningkatkan kompetensi guru paud maka dipandang perlu untuk “ Mengembangkan model
pembelajaran tik berbasis e-learning untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD di
Padang Pariaman Sumatera Barat”.
B. RUMUSAN
MASALAH
1. Bagaimanakah model
pengembangan pembelajaran e-learing yang dapat dikembangkan pada Guru-guru PAUD
di Padang Pariaman?
2. Apa
saja potensi pendukung yang dapat diupayakan untuk mengembangkan model
pembelajaran e-learning Guru-guru PAUD di Padang Pariaman?
3. Bagaimanakah
pembelajaran e-learning yang efektif untuk dapat meningkatkan kompetensi Guru-guru
PAUD di Padang Pariaman?
C. TUJUAN
PENELITIAN
Adapun
tujuan penelitian ini adalah:
1. Untuk
mengetahui model pengembangan pembelajaran e-learing yang dapat dikembangkan
pada Guru-guru PAUD di Padang Pariaman.
2. Untuk
mengetahui potensi pendukung yang dapat diupayakan untuk mengembangkan model
pembelajaran e-learning Guru-guru PAUD di Padang Pariaman.
3. Diperoleh
model pembelajaran e-learning yang efektif untuk dapat meningkatkan kompetensi Guru-guru
PAUD di Padang Pariaman.
D. TINJAUAN
PUSTAKA
1. Pengertian
Teknologi Informasi Dan Komunikasi
a. Menurut PuskurDiknas Indonesia
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi.
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi.
1) Teknologi
Informasi adalah meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan
sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
2) Teknologi
Komunikasi adalah segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk
memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
b. Teknologi
Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak
terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang
terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan
informasi antar media.
Teknologi
Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk
memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai
cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang
relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi,
bisnis, dan pemerintahan juga merupakan informasi yang strategis untuk
pengambilan keputusan.
Teknologi
ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk
menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan
kebutuhan. Teknologi Komunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses
secara global. Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi TIK adalah mendapatkan
informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi,
rekreasi, dan rohani. Juga dapat berkomunikasi dengan biaya murah seperti
fasilitas email yang dapat kita pergunakan dengan mudah di internet.
Perkembangan
information and communication technology (ICT) atau yang lebih dikenal dengan
teknologi informasi dan teknologi (TIK) yang sangat pesat memberikan dampak
yang luar biasa pada kehidupan kita sehari-hari. Hampir semua aspek kehidupan,
kini telah dimasuki oleh ICT/TIK dengan taraf yang berbeda-beda, tak terkecuali
pada bidang pendidikan.
2. E-Learning
2.1.
Pengertian E-Learning
Pengertian
E-Learning sangat beragam yang mungkin satu sama lain berbeda, namun satu hal
yang sama tentang E-Learning atau electronic learning adalah pembelajaran
melalui jasa bantuan elektronik. Pada dasarnya E-Learning adalah pembelajaran
yang merepresentasikan keseluruhan kategori pembelajaran yang berbasis
teknologi. Sedangkan pembelajaran online atau juga pembelajaran berbasis
website adalah bagian dari E-Learning. Namun seiring perkembangan teknologi dan
terjadinya pergeseran conten dan adaptivity, saat ini definisi klasik
E-Learning tersebut mengalami perubahan menjadi definisi yang lebih
kontemporer, yakni suatu pengelolaan pembelajaran melalui media internet atau
website yang meliputi aspek-aspek materi, evaluasi, interaksi, komunikasi dan
kerjasama.
Dalam
Ensiklopedia Wikipedia dijelaskan bahwa e-Learningadalah pembelajaran yang
memerlukan alat bantu elektronika. Bisa berupa technology base learning seperti
audio dan video atau web-base learning (dengan bantuan perangkat
computer dan internet).
Dalam
berbagai literatur, e-learning didefinisikan sebagai berikut:
e-Learning
is a generic term for all technologically supported learning using an array of
teaching and learning tools as phone bridging, audio and videotapes,
teleconferencing, satellite transmissions, and the more recognized web-based
training or computer aided instruction also commonly referred to as online
courses (Soekartawi, Haryono dan Librero, 2002).
E-Learning
adalah sebuah proses pembelajaran yang berbasis elektronik. Salah satu media
yang digunakan adalah jaringan komputer. Dengan dikembangkannya di jaringan
komputer memungkinkan untuk dikembangkan dalam bentuk berbasis E-Learning
(website), sehingga kemudian dikembangkan ke jaringan komputer yang lebih luas
yaitu internet, inilah system E-Learning dengan menggunakan internet disebut
juga internet enabled learning. Penyajian E-Learning atau berbasis website ini
bisa menjadi lebih interaktif. Informasi-informsai perkuliahan juga bisa real
time. Selain itu juga dengan komunikasinya, meskipun tidak secara langsung
tatap muka, tapi forum diskusi perkuliahan bisa dilakukan secara online dan
real time. System E-Learning ini tidak memiliki batasan akses, inilah yang
memungkinkan perkuliahan bisa dilakukan lebih banyak waktu. Kapanpun siswa bisa
mengakses system ini. Aktifitas perkuliahan ditawarkan untuk bisa melayani
seperti perkuliahan biasa. Ada penyampaian materi berbentuk teks maupun hasil
penyimpanan suara yang bisa di download, selain itu juga ada forum diskusi,
bisa juga seorang dosen memberikan nilai, tugas dan pengumuman kepada siswa.
Dengan
demikian maka e-learning adalah pembelajaran yang pelaksanaannya didukung oleh
jasa teknologi seperti telepon, audio, vidiotape, transmisi satellite atau
komputer.