Jumat, 08 Februari 2013

Contoh Tesis PAUD Berbasis TIK


PENGEMBANGAN  MODEL PEMBELAJARAN TIK BERBASIS E-LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU PAUD DI PADANG PARIAMAN SUMATERA BARAT

Contoh Tesis Berbasis TIK pada PAUD
Dosen Pengampu : Dr. Robinson Situmorang (Dosen UNJ)

A.      LATAR BELAKANG

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Dengan berkembangnya penggunaan TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu: (1) dari pelatihan ke penampilan, (2) dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja, (3) dari kertas ke “on line” atau saluran, (4) fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, (5) dari waktu siklus ke waktu nyata.
Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dan sebagainya. Interaksi antara dosen dan mahasiswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut. dosen dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan mahasiswa. Demikian pula mahasiswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet. TIK telah mengubah wajah pembelajaran yang berbeda dengan proses pembelajaran tradisional yang ditandai dengan interaksi tatap muka antara dosen dengan mahasiswa baik di kelas maupun di luar kelas. Di masa-masa mendatang, arus informasi akan makin meningkat melalui jaringan internet yang bersifat global di seluruh dunia dan menuntut siapapun untuk beradaptasi dengan kecenderungan itu kalau tidak mau ketinggalan jaman. Dengan kondisi demikian maka pendidikan khususnya proses pembelajaran cepat atau lambat tidak dapat terlepas dari keberadaan komputer dan internet sebagai alat bantu utama. Dalam situasi seperti ini, dosen sebagai fasilitator pembelajaran dituntut kemampuannya dalam menggunakan teknologi, dengan demikian dengan adanya TIK dapat meningkatkan kompetensi dosen sebagai pendidik.
Pembelajaran dewasa ini menghadapi 2 tantangan. Tantangan yang pertama datang dari adanya perubahan persepsi tentang belajar itu sendiri sebagai konsekuensi perubahan kurikulum dan tantangan kedua datangnya dari adanya teknologi informasi dan telekomunikasi yang memperlihatkan perkembangan sangat pesat tanpa diimbangi perkembangan sumber daya manusia (SDM). Kontruksivisme pada dasarnya telah menjawab tantangan yang pertama dengan mendefinisi belajar sebagai proses kontruktif dimana informasi diubah menjadi pengetahuan melalui proses interpretasi, korespondensi, representasi, dan elaborasi.
Pemanfaatan teknologi informasi dan kominakasi (TIK/ICT) dalam pembelajaran saat ini terus berkembang. Bahan belajar merupakan elemen penting dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk pembelajaran. Untuk itu, maka kemampuan seorang dosen dalam mengembangkan bahan belajar berbasis  ICT menjadi sangat penting. Bahan ajar yang di rancang adalah bahan yang dengan sengaja disiapkan untuk keperluan belajar. Ditinjau dari sisi fungsi , bahan ajar yang dirancang dapat dikelompokan menjadi tiga kelompok, yakni bahan prentasi, bahan referensi, dan bahan belajar mandiri. Sedangkan ditinjau dari media ,bahan ajar dapat dikelompokkan menjadi bahan ajar cetak, audio, televisi, multimedia, dan E-Learning (website).
Upaya-upaya peningkatan kompetensi dosen dan  prestasi belajar mahasiswa senantiasa terus dilakukan oleh lembaga pendidikan tinggi, pada setiap faktor yang dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa. Terlebih-lebih dengan adanya pemanfaatan perangkat teknologi informasi dan komunikasi, yang memungkinkan untuk melakukan aktivitas belajar dan mengajar lebih efektif.
Pengembangan pendidikan menuju e-learning merupakan suatu keharusan agar standar mutu pendidikan dapat ditingkatkan, karena e-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang berlandaskan tiga kriteria yaitu: (1) e-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi, (2) pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet yang standar, (3) memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik paradigma pembelajaran tradisional (Rosenberg 2001; 28), dengan demikian urgensi teknologi informasi dapat dioptimalkan untuk pendidikan.
PAUD adalah jenjang pendidikan prasekolah yang mengantarkan anak menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pada usia ini anak mengalami masa keemasan dalam tumbuh kembangnya. Oleh karena itu peran pendidik atau guru menjadi sangat penting sebagai pengasuh, pendamping dan pendidik bagi anak didik, sehingga anak memiliki kesiapan mental yang baik, sebagai kunci keberhasilannya kelak.
Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru paud maka dipandang perlu untuk “ Mengembangkan  model pembelajaran tik berbasis e-learning untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD di Padang Pariaman Sumatera Barat”.

B.      RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimanakah model pengembangan pembelajaran e-learing yang dapat dikembangkan pada Guru-guru PAUD di Padang Pariaman?
2.    Apa saja potensi pendukung yang dapat diupayakan untuk mengembangkan model pembelajaran e-learning Guru-guru PAUD di Padang Pariaman?
3.  Bagaimanakah pembelajaran e-learning yang efektif untuk dapat meningkatkan kompetensi Guru-guru PAUD di Padang Pariaman?

C.      TUJUAN PENELITIAN

Adapun tujuan penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui model pengembangan pembelajaran e-learing yang dapat dikembangkan pada Guru-guru PAUD di Padang Pariaman.
2. Untuk mengetahui potensi pendukung yang dapat diupayakan untuk mengembangkan model pembelajaran e-learning Guru-guru PAUD di Padang Pariaman.
3.  Diperoleh model pembelajaran e-learning yang efektif untuk dapat meningkatkan kompetensi Guru-guru PAUD di Padang Pariaman.

D.      TINJAUAN PUSTAKA

1.       Pengertian Teknologi Informasi Dan Komunikasi
a.    Menurut PuskurDiknas Indonesia
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi.
1)    Teknologi Informasi adalah meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
2)    Teknologi Komunikasi adalah segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
b.    Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media.
Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan juga merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.
Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan. Teknologi Komunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global. Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi TIK adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani. Juga dapat berkomunikasi dengan biaya murah seperti fasilitas email yang dapat kita pergunakan dengan mudah di internet.
Perkembangan information and communication technology (ICT) atau yang lebih dikenal dengan teknologi informasi dan teknologi (TIK) yang sangat pesat memberikan dampak yang luar biasa pada kehidupan kita sehari-hari. Hampir semua aspek kehidupan, kini telah dimasuki oleh ICT/TIK dengan taraf yang berbeda-beda, tak terkecuali pada bidang pendidikan.

2.     E-Learning
2.1. Pengertian E-Learning
Pengertian E-Learning sangat beragam yang mungkin satu sama lain berbeda, namun satu hal yang sama tentang E-Learning atau electronic learning adalah pembelajaran melalui jasa bantuan elektronik. Pada dasarnya E-Learning adalah pembelajaran yang merepresentasikan keseluruhan kategori pembelajaran yang berbasis teknologi. Sedangkan pembelajaran online atau juga pembelajaran berbasis website adalah bagian dari E-Learning. Namun seiring perkembangan teknologi dan terjadinya pergeseran conten dan adaptivity, saat ini definisi klasik E-Learning tersebut mengalami perubahan menjadi definisi yang lebih kontemporer, yakni suatu pengelolaan pembelajaran melalui media internet atau website yang meliputi aspek-aspek materi, evaluasi, interaksi, komunikasi dan kerjasama.
Dalam Ensiklopedia Wikipedia dijelaskan bahwa e-Learningadalah pembelajaran yang memerlukan alat bantu elektronika. Bisa berupa technology base learning seperti audio dan video atau web-base learning (dengan bantuan perangkat computer dan internet).
Dalam berbagai literatur, e-learning didefinisikan sebagai berikut:
e-Learning is a generic term for all technologically supported learning using an array of teaching and learning tools as phone bridging, audio and videotapes, teleconferencing, satellite transmissions, and the more recognized web-based training or computer aided instruction also commonly referred to as online courses (Soekartawi, Haryono dan Librero, 2002).

E-Learning adalah sebuah proses pembelajaran yang berbasis elektronik. Salah satu media yang digunakan adalah jaringan komputer. Dengan dikembangkannya di jaringan komputer memungkinkan untuk dikembangkan dalam bentuk berbasis E-Learning (website), sehingga kemudian dikembangkan ke jaringan komputer yang lebih luas yaitu internet, inilah system E-Learning dengan menggunakan internet disebut juga internet enabled learning. Penyajian E-Learning atau berbasis website ini bisa menjadi lebih interaktif. Informasi-informsai perkuliahan juga bisa real time. Selain itu juga dengan komunikasinya, meskipun tidak secara langsung tatap muka, tapi forum diskusi perkuliahan bisa dilakukan secara online dan real time. System E-Learning ini tidak memiliki batasan akses, inilah yang memungkinkan perkuliahan bisa dilakukan lebih banyak waktu. Kapanpun siswa bisa mengakses system ini. Aktifitas perkuliahan ditawarkan untuk bisa melayani seperti perkuliahan biasa. Ada penyampaian materi berbentuk teks maupun hasil penyimpanan suara yang bisa di download, selain itu juga ada forum diskusi, bisa juga seorang dosen memberikan nilai, tugas dan pengumuman kepada siswa.
Dengan demikian maka e-learning adalah pembelajaran yang pelaksanaannya didukung oleh jasa teknologi seperti telepon, audio, vidiotape, transmisi satellite atau komputer.

Media Pembelajaran PAUD berbasis TIK

Resume Mata Kuliah TIK


Resume Materi Kuliah TIK Dalam Pendidikan
Dosen Pengampu : Dr. Robinson Situmorang

TIK DALAM PENDIDIKAN

A.   Pendahuluan

Pemanfaatan TIK dalam dunia pendidikan sebagai media pembelajaran karena dilatarbelakangi oleh adanya perubahan paradigma pendidikan. Kondisi global menuntut perubahan orientasi dan persaingan persyaratan kerja. Hampir di setiap bidang usaha/ instansi baik swasta maupun instansi negeri menuntut adanya komptensi yang memadai dari setiap karyawan yang bekerja di dalamnya. Seleksi masuk pun semakin ketat dengan berbagai persyaratan yang ketat pula. Dengan adanya pergeseran dalam paradigma pendidikan, muncul pula cara baru dalam memandang pendidikan, yakni bukan hanya sebatas pemahaman singkat terhadap sesuatu, tetapi lebih merupakan proses penguasaan ilmu pengetahuan yang FUNGSIONAL berdasarkan kerangka berfikir ilmiah, ditandai dengan perubahan: Standarisasi kompetensi lulusan(SKL),Kurikulum, Pendekatan pembelajaran dari TCL ke SCL, Strategi pembelajaran.

Pergeseran paradigma ditandai dengan perubahan :
·         standarisasi kompetensi lulusan (SKL)
unjuk kerja apa yang bisa ia tunjukan setelah lulus
·         kurikulum
disesuaikan dengan kompetensi kelulusan yang dikehendaki
·         pendekatan pembelajaran TCL (Teacher Center Learning) ke SCL (Student Center Learning).
·         Strategi pembelajaran harus dirubah,,
Lulusan lembaga pendidikan harus dapat menjawab kebutuhan:
·         Masyarakat
·         Dunia Kerja
·         Profesionalisme
·         Generasi  Masa Depan

Pendidikan Berbasis TIK
Suatu pendekatan pembelajaran yang mengoptimalkan penggunaan Teknologi Informasi dan komunikasi sebagai medium penyampaian pesan dalam belajar

Pendekatan TIK dalam Pendidikan
Ø  Dimulai dari masuknya media pembelajaran
Ø  Berkembangnya teknologi AVA
Ø  Masuknya teknologi komputer dalam pendidikan memicu lahirnya ragam penddikan berbasis TIK

a.  Standar Kompetensi Lulus
Pendidikan harus bisa menghasilkan output yang siap pakai di lapangan atau memiliki potensi yang maksimal untuk diterapkan di lapangan. Bukan yang setelah keluar dari jenjang pendidikan malah menambah angka pengangguran di masyarakat.
b.  Kurikulum
Kurikulum yang dirancang hendaknya bisa menjamin output yang dihasilkan bisa tepat sasaran, artinya sesuai dengan kebutuhan yang ada di lapangan dan menjawab kebutuhan tersebut dengan tepat sasarannya.
c.   Pendekatan pembelajaran TCL-SCL
Adanya perubahan dalam orientasi pembelajaran. Guru bukan lagi menjadi satu-satunya pusat dan sumber belajar bagi anak. Tetapi, pembelajaran berpusat kepada anak, artinya anak harus diberdayakan mencari dan menemukan berbagai alternatif belajar dari berbagai sumber yang relevan. Anak dilatih unuk melakukan observasi, menganalisis, memecahkan masalah yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari, dll. Tugas guru hanya menjadi motivator dan fasilitator.  Guru harus bisa membuat rancangan yang terstruktur dan terjadwal serta mampu memanfaatkan waktu yang tersisa dari waktu yang telah terstruktur tersebut untuk merancang kegiatan yang bisa melaksanakan kegiatan yang menyenangkan bagi siswa dengan cara mendesain wadah yang menyentuh kompetensi yang hendak dicapai.
d.  Strategi pembelajaran
Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran, hendaknya memperhatikan karakteristik dan kebutuhan anak. Setiap anak memiliki keunikan masing-masing serta cara dan gaya belajar yang bervariasi. Karena itu, guru harus jeli melihat perbedaan tiap anak sehingga dapat memberikan pelayanan belajar secara berbeda kepada tiap-tiap anak. Hal ini mengacu kepada 9 kecerdasan jamak Gardner.
Oleh karena itu, strategi pembelajaran harus lebih:
v  Menyenangkan, sebab belajar bukan sesuatu yang menakutkan, tetapi merupakan pengalaman dan petualangan yang unik. Jadi, belajar harus menjadi bagian dari bersenang-senang dalam menciptangan pengalaman yang barubagi siswa dalam mencapai impian mereka.
v  Bermakna, artinya apa yang dipelajari anak harus dapat menjawab kebutuhan sehari-hari, memiliki daya guna untuk banyak hal, selalu memberi perubahan terus menerus setiap saat serta mampu menjanjikan masa depan yang lebih baik.
v  Memberdayakan aneka sumber, antara lain dengan menjadikan    lingkungan sebagai sumber belajar, belajar berbasis teknologi informasi (it), pemberdayaan nara sumber, menggunakan multi media, dll.
v  Berorientasi pada T.I, artinya memberdyakan kemajuan teknologi, menggunakan IT sebagai solusi untuk  kebutuhan informasi, menjawab perubahan yang bergulir sangat cepat, dengan demikian dapat menjadikan masa depan  lebih baik.
Terdapat 4 prinsip dalam pergeseran paradigma pendidikan:
1)    Keberhasilan institusi dinilai berdasarkan mutu belajar peserta didik.
2)    Belajar menjadi tanggungjawab bersama.

3)    Institusi harus menjadi pembelajar, sehingga dari waktu ke waktu yang dihasilkan adalah belajar.
4)    Lingkungan belajar harus diciptakan agar terjadi proses penemuan dan pembangunan pengetahuan daripada sekedar  transfer ilmu pengetahuan

B.   Pendidikan Berbasis TIK

Suatu pendekatan dalam pembelajaran yang mengoptimalkan penggunaanteknologi informasi dan komunikasi sebagai sumber belajar dan sebagai medium penyampaian pesan dalam pembelajaran.

1.    Perkembangan Pendekatan TIK dalam Pendidikan
Sebelum manusia mengenal TIK, komunikasi antara manusia sudah dimulai dengan teknik oral, yakni menggunakan lambang dan bunyi. Manusia berkomunikasi secara langsung (bertatap muka) dengan orang yang sedang diajak untuk berkomunikasi. Manusia juga telah menemukan dan menggunakan alat-alat komunikasi yang sangat sederhana dan masih terbatas pada alat-alat komunikasi yang menghasilkan bunyi dan isyarat. Misalnya, gendang, terompet, dan tanduk binatang , rambu dari batu atau isyarat asap, dll. Alat-alat tersebut dibunyikan sebagi tanda agar orang berkumpul atau memberitahukan adanya suatu bahaya.
Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan berkembang melalui tiga tahap, yaitu Pertama, masuknya media dalam pembelajaran pada akhir tahun 60an, yang dimulai dengan penggunaan media cetak dalam pembelajaran, seperti pemanfaatan modul, buku pelajaran, dll. Keduapenggunaan audio visual aid (AVA) pada tahuan 70an. Penggunaan Audio Visual Aid yaitu, alat bantu berbentuk audio (memanfaatkan pendengaran) dan Visual (memanfaatkan penglihatan) di kelas untuk menyampaikan materi pembelajaran. Selain itu juga agar peserta didik mengembangkan kemampuan berpikirnya. Tahap ketiga, penggunaan komputer dalam pendidikan di sekolah telah dimulai sejak tahun 1980-an. Pada tahun tersebut juga  muncul perkembangan multimedia yaitu diawali dengan berkembangnya CD-ROM yang berisi music dan data berupa hiperteks untuk keperluan penyimpanan informasi. Teknologi informasi dan komunikasi tidak identik dengan komputer, namun juga dengan segala sesuatu yang berupa software dan hardware yang dapat membantu manusia. TIK dalam pendidikan memicu lahirnya berbagai model pembelajaran, seperti: e-learning, on line- learning, Blended learning, mobile learning, dll.

2.    TIK sebagai Sumber dan Media Belajar
a).    TIK sebagai Sumber Belajar
Sebagai sumber belajar, TIK dapat memberi layanan cepat-murah, menjawab kebutuhan informasi, menyediakan informasi terbaru/terkini. Dengan TIK, kita dapat meninggalkan kebiasaan satu sumber belajar, artinya guru bukan lagi menjadi satu-satunya sumber belajar bagi siswa, tetapi hanya menjadi fasilitator dalam menyediakan berbagai fasilitas penunjang belajar bagi siswa yang memungkinkan siswa dapat bereksplorasi dengan lingkungan sekitarnya. Dengan TIK siswa  menggunakan ANEKA sumber belajar, artinya menjadikan TIK sebagai salah satu referensi dalam belajar sehingga siswa dapat dengan mudah memperoleh berbagai informasi yang dibutuhkan dalam belajar. Namun, guru harus tetap mengatur efektifitas penggunaan TIK (internet), artinya siswa disiapkan untuk menggunakan teknologi dengan tepat dan sesuai kebutuhan. Di sini guru harus tegas memberi batasan kepada siswa dalam mencari sumber belajar di internet.
b).    TIK sebagai Media Belajar
Dalam merancang media berbasis TIK, guru harus dapat mengupayakan adanya kedekatan antara visualisasi antara pesan verbal dan ilustrasi yang digunakan agar lebih mudah dipahami anak. Ada beberapa prinsip penggunaan media, yaituKesederhanaan, artinya media yang digunakan tidak perlu mewah tetapi harus didesain secara hati-hati mengandung makna dari pesan yang hendak disampaikan. Keutuhan, artinya dalam membelajarkan sesuatu kepada anak harus dimulai dari satu kesatuan yang utuh baru ke bagian-bagian tertentu, agar pesan yang disampaikan lebih bermakna atau berarti bagi anak. Keseimbangan,hal ini menjaga agar perhatian anak tetap fokus pada pesan apa yang mau kita sampaikan, karena ketidakseimbangan gambar dapat mengalihkan perhatian siswa. Ketegasan, artinya harus ada teknik dalam memberi penekanan pada bagian tertentu. Misalkan dengan memberi warna tertentu pada kata-kata tertentu yang merupakan pesan khusus yang mau disampaikan.
3.    Kendala dalam penggunaan TIK:
a.   Kesulitan dalam Pengembangan Program
b.   Infrastruktur yang belum memadai
c.   SDM yang terbatas (PENGELOLA)
d.   Gagap Teknologi (PESERTA)
e.   KULTUR belajar yang sulit berubah
f.    LUASNYA wilayah jangkauan dan belum
g.   meratanya kualitas penerimaan pesan

C.   Model Teaching AIDS PAUD Berbasis TIK (Off Line)
1.    Pengertian Media
Media merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untukmenjelaskan dan menyalurkan pesan atau informasi. Komunikasi seharusnya bersifat Stimulus-Respon. Stimulus apa yang disampaikan guru mendapat responyang serupa dari siswa. Oleh karena itu, guru harus menggunakan media untuk mengurangi terjadinya kekaburan makna pesan. Selain itu juga agar materi mudah dimengerti oleh peserta didik. Kalau guru hanya menggunakan verbalisasi, maka kemampuan anak mengingat pesan yang disampaikan adalah 70% pada saat anak menerima pesan tersebut. Tetapi, setelah 3 hari pesan yang tersimpan dalam ingatan anak hanya tersisa 10%. Sedangkan jika anak menerima pesan secara visual, maka daya ingatnya saat menerima pesan pesan adalah 72% dan akan tersisa 20% saat 3 hari kemudian. Tetapi ketika pesan yang disampaikan kepada anak menggunakan media verbal dan visual, daya ingat anak saat menerima pesan adalah 85% dan hanya berkurang menjadi 65% beberapa waktu kemudian. Alasan lain pemanfaatan media dalam pembelajaran adalah menyederhanakan pesan, mengurangi verbalitas, menarik perhatian, menyamakan persepsi dan menghemat waktu.
2.    Klasifikasi Media
a)    Alat Bantu (Teaching AIDS), yang mencakup: Lingkungan yang sebenarnya, benda yang sebenarnya, gambar, gambar foto, nara sumber, taktil, model, dll. Untuk anak usia dini Teaching AIDS adalah sebutan yang tepat untuk penggunaan media dalam membantu anak belajar.
b)    Media Pembelajaran, yang mencakup: modul, program Audi, program video, CAI, multi media, dll.
3.    Klasifikasi media Teaching AIDS:
a)    By Utilization, yaitu: lingkungan, benda sebenarnya, nara sumber, fenomena alam, dll
b)    By Design, yaitu: gambar, gambar foto, slide, model, taktil, model, benda-benda rekayasa, komponen grafis, dll
4.    Efektifitas media berdasarkan usia, pengtahuan, dan pengalaman belajar
Media yang digunakan dalam pembelajaran harus di sesuaikan dengan tingakatan usia. Anak usia dini tidaklah sama dengan orang dewasa. Anak usia dini membutuhkan banyak kesempatan untuk memanipulasi benda-benda konkret karena usia dini adalah usia praoperasional konkret. Anak dapat memahami sesuatu apabila langsung berhadapan dengan objek yang sedang dipelajari.
5.    Prinsip pemanfaatan Teaching AIDS di PAUD
a)    Menyenangkan, artinya media yang kita gunakan harus bisa menimbulkan rasa senang pada diri anak, sehingga mereka bisa bebas berekspresi dan bereksplorasi dengan lingkungannya.
b)    Bagian dari bermain, artinya bahwa mengingat usia dini adalah usia bermain bagi anak maka media yang dibuat harus bisa dimanipulasi anak sambil bermain.
c)    Bermakna, artinya media yang dibuat harus mengandung makna dari pesan yang mau disampaikan kepada anak
d)    Melibatkan MI, artinya alat bantu belajar yang digunakan harus bisa menstimulasi anak ke arah kecerdasan yang dimiliki anak, bertolak dari teori Multiple Intelegensi Gardner. Mungkin anak dapat menunjukkan kemapuan di beberapa bidang, tetapi akan ada bakat tertentu yang menonjol dari sekian banyak kecerdasan yang dimiliki, dan fungsi alat bantu belajar ini adalah unutk menggali bakat yang masih tersembunyi tersebut.
6.    Model Teaching AIDS dalam PAUD
Guru harus kreatif dalam mendesain  pembelajaran  yang menyenangkan, sehinggabelajar menjadi bagian dari bermain dengan mengoptimalkan “teaching aids” by utilization dan by design yang dirancang dengan baik, namun bersifat fleksibel. Upaya kreatif  guru mengintegrasikan Teaching AIDS dengan cara-cara yang menyenangkan disesuaikan dengan tujuan pembelajaran PAUD. Teaching AIDS mengacu pada kecerdasan jamak Gardner (linguistik,  matematis-logis,  spasial,  kinestetik-jasmani, musikal, interpersonal, intrapersonal, naturalis, eksistensialis).Materi sesuai budaya anak, seperti yang dikatakan Piaget, yaitu memberi anak kesempatan terlibat  secara mental dan fisik, penting bagi perkembangan mental anak. Model ini juga memberi kebebasan kepada anak untuk belajar atas inisiatifsendiri.  Ketertarikan anak akan sesuatu merupakan awal belajar bagi anak. Belajar tidak harus selalu berlangsung formal, tetapi dapat berlangsung kapan saja dengan memfasilitasi anak untuk berkembang sesuai  dengan minat dan ketertarikannya, namun tetap kebebasan belajarnya terkontrol.
Salah satu yang paling penting juga dalam Teaching AIDS adalah permainan.Apapun yang disentuh anak dapat dijadikan momentum awal belajar anak, permainan yang berkualitas yang mampu memicu emosi dan mengaktifkan semua motorik anak. Namun, harus tetap diingat permainan harus bebas resiko bagi anak.

D.   Distance Education (On-Line)
Distance Education merupakan salah satu bentuk pembelajaran berbasis TIK on-line (Computer Based Learning on line) yang terintegrasi dari beberapa bentuk pembelajaran on-line seperti online learning, e-learning dan distance learning. Computer Based Instruction (CBI) on-line dibagi ke dalam dua bentuk, yakni by Utilization dan by Desaign.
1.    By Utilization
Yaitu Pembelajaran Berbasis Situs Website (Web Based Learning) dengan memanfaatkan internet sebagai sumber belajar/informasi. Contohnya adalah online learning.
Di dalam online learning kegiatan yang dilakukan adalah (a) melengkapi tugas terstruktur dengan menggunakan LKS, artinya siswa melakukan kegiatan belajar berdasarkan langkah-langkah yang ada dalam LKS yang telah disiapkan guru; (b) pengayaan materi; (c) referensi penunjang, dalam hal ini siswa tidak hanya dituntut memiliki referensi berupa buku cetak tetapi memanfaatkan situs internet untuk dijadikan referensi dalam belajar.
a.    Keuntungan pemanfaatan
Keuntungan pemanfaatan sistem online learning ini adalah (a) dapat mengatasi keterbatasan sumber belajar; (b) memiliki jangkauan luas; (c) memberikan pelayanan yang cepat dan efisien
b.    Implikasi pemanfaatan WBL
Adapun implikasi pemanfaatan WBL ini adalah: (a) perbaikan infrastruktur lembaga pengguna (sarana-prasarana dan SDM); (b) sosialisasi dan pembimbingan yang intensif ke semua siswa.
2.    By Design
Terbagi atas dua yaitu pemanfaatan teknologi elektronik sebagai media pembelajaran, contohnya adalah e-learning dan pemanfaatan teknologi elektronik dan jaringan sebagai media pembelajaran, contohnya  Distance Education.
a.    E-learning
Merupakan bagian integral dari materi pembelajaran, adanya kegiatan pengayaan materi, melengkapi program pembelajaran dengan video selain modul yang disiapkan, serta menggunakan LKS sebagai petunjuk dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.
1)    Keuntungan pemanfaatan
Keuntungan pemanfaatan sistem online learning ini adalah (a) dapat mengatasi keterbatasan SDM; (b) meningkatkan efisiensi; (c) pembelajaran lebih variatif dan inovatif
2)    Implikasi pemanfaatan E- learning
Adapun implikasi pemanfaatan e-learning ini adalah: (a) pengembangan sistem pembelajaran ke e-learning); (b) tersedianya sistem jaringan yang memadai; (c) peningkatan kualitas SDM
b.    Distance Education
1)    Penerapannya dengan menggunakan panduan belajar (student Guide) bagi sekolah terbuka, baik jenjang SMP terbuka maupun Universitas Terbuka (UT). Di UT, modul-modul cetak akan diconvert ke dalam bentuk modul elektronik, seperti:
v  Audio conferencing
v  Video conferencing
v  Internet:
v  synchronous
v  asynchronous
2)    Kendala penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran Jarak Jauh:
v Kesulitan dalam Pengembangan Program
v Infrastruktur yang belum memadai
v SDM yang terbatas (PENGELOLA)
v Gagap Teknologi (PESERTA)
v KULTUR belajar yang sulit berubah
v LUASNYA wilayah jangkauan dan belum
v meratanya kualitas penerimaan pesan

 E.   Penelitian Berbasis TIK dalam PAUD
Untuk penelitian berbasis TIK dalam PAUD dapat dilakukan dengan meneliti pemanfaatan teknologi elektronik dan jaringan sebagai sistem pembelajaran (by design), misalnya pada Pendidikan jarak jauh untuk   universitas terbuka PAUD (untuk guru-guru PAUD).
Adapun hal-hal yang diteliti misalnya tentang keunggulan pemanfaatan TIK dalam pembelajaran Jarak Jauh, seperti:
v  Kelas tidak membutuhkan bentuk fisik
v  Program dapat di-update secara cepat
v  Interaksi dapat bersifat real time
v  Mengakomodasi seluruh proses belajar
v  Dapat diakses dari lokasi mana saja
v  Materi dirancang secara multimedia
v  Peserta belajar terhubung keseluruh perputakaan dunia.
Selain itu juga tentang kendala pemanfaatan TIK dalam pembelajaran, misalnya:
v  Buruknya perencanaan penggunaan sehingga tidak sesuai kebutuhan
v  Pengguna tidak mengenal secara baik sistem yang digunakan
v  Permasalahan bandwidth yang kecil
Beberapa hasil penelitian yang diperoleh dengan menggunakan TIK dalam pembelajaran adalah:
v  Kualitas siswa jauh lebih baik dibanding kelas kovensional
v  Siswa antusias mengikuti dan menyelesaikan keseluruhan proses
v  Adanya tingkat kepuasan pada siswa
v  Siswa dpt menyelesaikan seluruh fungsi sistem dengan baik

Sejarah TIK


Sejarah Perkembangan TIK

A.  Pengertian TIK

Teknologi Informasi dan Komunikasi / TIK (Information and Communication Technologies / ICT) adalah payung besar terminologi yang mencakup seluruh peralatan teknis untuk memproses dan menyampaikan informasi.

TIK mencakup dua aspek yaitu teknologi informasi dan teknologi komunikasi.

Teknologi informasi meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.

Sedangkan teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.

Dari dua pendefinisian sederhana di atas tampak bahwa teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi, Teknologi Informasi dan Komunikasi mengandung pengertian luas yaitu segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan informasi antar media.

Ada tiga cara dalam menyampaikan informasi, Yaitu :

1.   Natural / Manusia
Penyampaian informasi secara Natural/ manusia ialah penyampaian informasi masih menggunakan tangan manusia. Misalnya:
 a)   Pada zaman purba
Biasanya berupa goresan – goresan atau gambar pada batu atau dinding goa.
b)   Cina, Mesir, dan Romawi
Menggunakan alat seperti abacus atau suan pan dan jari tangan serta menggunakan media seperti lempung dan kertas.
2.    Mekanis
Penyampaian informasi secara mekanis ialah Penyampaian informasi dilakukan menggunakan peralatan yang berbentuk mekanik dan digerakkan oleh tangan manusia. Misalnya :
 a)   Abad 18-19
- Pascaline – Blaise Pascal (1642)
- Difference & Analytical Engine – Charles Babagge (1890)
b)   Abad 19
Kartu Perforasi – Hollerith (1889)
3.    Elektronis
Penyampaian informasi secara elektronis ialah penyampaian informasi dilakukan menggunakan peralatan yang bekerja secara elektronik. Misalnya: Komputer generasi I, II, III, IV, dst.

Istilah TIK muncul setelah adanya perpaduan antara teknologi komputer (baik perangkat keras maupun perangkat lunak) dengan teknologi komunikasi pada pertengahan abad ke-20. Perpaduan kedua teknologi tersebut berkembang pesat melampaui bidang teknologi lainnya. Hingga awal abad ke-21 TIK masih terus mengalami berbagai perubahan dan belum terlihat titik jenuhnya.

B.  Sejarah TIK
Ada beberapa tonggak perkembangan teknologi yang secara nyata memberi sumbangan terhadap perkembangan TIK hingga saat ini.
Pertama yaitu temuan telepon oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1875. Temuan ini kemudian berkembang menjadi pengadaan jaringan komunikasi dengan kabel yang meliputi seluruh daratan Amerika, bahkan kemudian diikuti pemasangan kabel komunikasi Trans-Atlantik. Jaringan telepon ini merupakan infrastruktur masif pertama yang dibangun manusia untuk komunikasi global.

Memasuki abad ke-20, tepatnya antara tahun 1910-1920, terwujud sebuah transmisi suara tanpa kabel melalui siaran radio AM yang pertama. Komunikasi suara tanpa kabel ini pun segera berkembang pesat.

Kemudian diikuti pula oleh transmisi audio-visual tanpa kabel, yang berwujud siaran televisi pada tahun 1940-an. Komputer elektronik pertama beroperasi pada tahun 1943. 

Lalu diikuti oleh tahapan miniaturisasi komponen elektronik melalui penemuan transistor pada tahun 1947 dan rangkaian terpadu (integrated electronics) pada tahun 1957.

Perkembangan teknologi elektronika, yang merupakan cikal bakal TIK saat ini, mendapatkan momen emasnya pada era Perang Dingin. Persaingan IPTEK antara blok Barat (Amerika Serikat) dan blok Timur (dulu Uni Soviet) justru memacu perkembangan teknologi elektronika lewat upaya miniaturisasi rangkaian elektronik untuk pengendali pesawat ruang angkasa maupun mesin-mesin perang.

Miniaturisasi komponen elektronik, melalui penciptaan rangkaian terpadu, pada puncaknya melahirkan mikroprosesor. Mikroprosesor inilah yang menjadi 'otak' perangkat keras komputer dan terus berevolusi sampai saat ini. 

Perangkat telekomunikasi berkembang pesat saat teknologi digital mulai digunakan menggantikan teknologi analog. Teknologi analog mulai terasa menampakkan batas-batas maksimal pengeksplorasiannya.

Digitalisasi perangkat telekomunikasi kemudian berkonvergensi dengan perangkat komputer yang sejak awal merupakan perangkat yang mengadopsi teknologi digital.

Produk hasil konvergensi inilah yang saat ini muncul dalam bentuk telepon seluler. Di atas infrastruktur telekomunikasi dan komputasi ini kandungan isi (content) berupa multimedia mendapatkan tempat yang tepat untuk berkembang. Konvergensi telekomunikasi - komputasi multimedia inilah yang menjadi ciri abad ke-21, sebagaimana abad ke-18 dicirikan oleh revolusi industri.

Bila revolusi industri menjadikan mesin-mesin sebagai pengganti 'otot' manusia, maka revolusi digital (karena konvergensi telekomunikasi - komputasi multimedia terjadi melalui implementasi teknologi digital) menciptakan mesin-mesin yang mengganti (atau setidaknya meningkatkan kemampuan) 'otak' manusia.

C.  Perkembangan Komputer Dari Generasi Pertama Sampai Sekarang
GENERASI PERTAMA
Komputer generasi pertama masih sangat sederhana dan belum kompleks penggunaanya. Komputer generasi pertama belum dapat memperoses masalah-masalah yang rumit. Ukuran komputer generasi pertama sangat besar dan prosesnya pun masih lambat.

Komputer generasi pertama menggunakan tabung vakum (vacuum tube) untuk memproses dan menyimpan data. Tabung vakum berukuran seperti lampu kecil. Tabung vakum cepat panas dan mudah terbakar. Ribuan tabung vakum diperlukan untuk mengoperasikan komputer generasi pertama. Komputer generasi pertama murni berupa peralatan elektronik yang berfungsi untuk membantu ilmuwan menyelesaikan masalah perhitungan matematika secara cepat dan tepat. Ukurannya yang besar mirip komputer induk atau komputer utama.

Contoh komputer generasi pertama adalah ENIAC (Electronic Numerical Integrator And Calculator) yang dibuat oleh Dr John Mauchly dan Presper Eckert tahun 1946.

GENERASI KEDUA

Komputer generasi kedua menggunakan transistor dan dioda untuk menggantikan tabung vakum, walaupun keduanya juga mudah terbakar. Pada komputer generasi kedua, diperkenalkan cara baru untuk menyimpan data, yaitu dengan penyimpanan secara magnetik. Penyimpanan secara magnetik menggunakan besi-besi lunak yang dililit oleh kawat. Kecepatan proses komputer generasi kedua lebih cepat dibandingkan generasi pertama. Awalnya, komputer generasi kedua menggunakan bahasa program tingkat tinggi, seperti FORTRAN (1954) dan COBOL (1959). Kedua bahasa program itu menggantikan bahasa mesin (low level language). Pada generasi ini, ukuran komputer lebih kecil. Komputer generasi ini digunakan untuk proses data di bidang perniagaan, universitas, dan militer.

Contoh: komputer pada generasi kedua adalah DEC PDP-8, IBM 700, dan IBM 7094.

GENERASI KETIGA

Komputer generasi ketiga dibuat dengan menggabungkan beberapa komponen di dalam satu tempat. tampilan dari komputer juga disempurnakan. Selain itu, pada komputer generasi ketiga penyimpanan memorinya lebih besar dan diletakkan di luar (eksternal). Penggunaan listriknya lebih hemat dibandingkan komputer generasi sebelumnya. Ukuran fisiknya menjadi lebih kecil sehingga lebih menghemat ruang. Komputer generasi ketiga juga mulai menggunakan komponen IC atau disebut chip.Komputer jenis ini dapat digunakan untuk multiprogram.

Contoh: komputer generasi ketiga adalah Apple II, PC, dan NEC PC.
GENERASI KEEMPAT

Komputer generasi keempat masih menggunakan IC/chip untuk pengolahan dan penyimpanan data. Komputer generasi ini lebih maju karena di dalamnya terdapat beratus ribu komponen transistor. Proses pembuatan IC komputer generasi ini dinamakan pengintegrasian dalam skala yang sangat besar. Pengolahan data dapat dilakukan dengan lebih cepat atau dalam waktu yang singkat. Media penyimpanan komputer generasi ini lebih besar dibanding generasi sebelumnya. Komputer generasi ini sering disebut komputer mikro.

Contohnya: PC (Personal Computer). Teknologi IC komputer generasi ini yang membedakan antara komputer mikro dan komputer mini serta main frame. Beberapa teknologi IC pada generasi ini adalah Prosesor 6086, 80286, 80386, 80486, Pentium I, Celeron, Pentium II, Pentium III, Pentium IV, Dual Core, Core to Duo, Quad Core, Core i3, i5, i7, Ivy bridge (buatan Intel), dan ada juga AMD K6, Athlon dsb. Generasi ini juga mewujudkan satu kelas komputer yang disebut komputer super.


GENERASI KELIMA

Komputer generasi kelima memang belum terwujud karena komputer generasi ini merupakan komputer impian masa depan. Pembuatan bentuk komputer generasi kelima tentunya akan lebih kompleks. Komputer generasi kelima ini diperkirakan mempunyai lebih banyak unit pengolahan yang bekerja secara serentak untuk menyelesaikan lebih dari satu masalah dalam waktu bersamaan. Komputer generasi ini juga mempunyai memori yang besar. Komputer impian ini diperkirakan akan mempunyai kepandaian tersendiri atau dapat membuat keputusan sendiri. Sifat luar biasa komputer ini disebut sebagai kecerdasan buatan.
 Sumber:

Aldimaulana58.wordpress.com,haxim.blogspot.com, Forum.vivanews.com
21/6/2012 NEL

Wikipedia.org & berbagai sumber
20/6/2012 NEL