Jumat, 08 Februari 2013

Contoh Tesis PAUD Berbasis TIK


PENGEMBANGAN  MODEL PEMBELAJARAN TIK BERBASIS E-LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU PAUD DI PADANG PARIAMAN SUMATERA BARAT

Contoh Tesis Berbasis TIK pada PAUD
Dosen Pengampu : Dr. Robinson Situmorang (Dosen UNJ)

A.      LATAR BELAKANG

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Dengan berkembangnya penggunaan TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu: (1) dari pelatihan ke penampilan, (2) dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja, (3) dari kertas ke “on line” atau saluran, (4) fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, (5) dari waktu siklus ke waktu nyata.
Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dan sebagainya. Interaksi antara dosen dan mahasiswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut. dosen dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan mahasiswa. Demikian pula mahasiswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet. TIK telah mengubah wajah pembelajaran yang berbeda dengan proses pembelajaran tradisional yang ditandai dengan interaksi tatap muka antara dosen dengan mahasiswa baik di kelas maupun di luar kelas. Di masa-masa mendatang, arus informasi akan makin meningkat melalui jaringan internet yang bersifat global di seluruh dunia dan menuntut siapapun untuk beradaptasi dengan kecenderungan itu kalau tidak mau ketinggalan jaman. Dengan kondisi demikian maka pendidikan khususnya proses pembelajaran cepat atau lambat tidak dapat terlepas dari keberadaan komputer dan internet sebagai alat bantu utama. Dalam situasi seperti ini, dosen sebagai fasilitator pembelajaran dituntut kemampuannya dalam menggunakan teknologi, dengan demikian dengan adanya TIK dapat meningkatkan kompetensi dosen sebagai pendidik.
Pembelajaran dewasa ini menghadapi 2 tantangan. Tantangan yang pertama datang dari adanya perubahan persepsi tentang belajar itu sendiri sebagai konsekuensi perubahan kurikulum dan tantangan kedua datangnya dari adanya teknologi informasi dan telekomunikasi yang memperlihatkan perkembangan sangat pesat tanpa diimbangi perkembangan sumber daya manusia (SDM). Kontruksivisme pada dasarnya telah menjawab tantangan yang pertama dengan mendefinisi belajar sebagai proses kontruktif dimana informasi diubah menjadi pengetahuan melalui proses interpretasi, korespondensi, representasi, dan elaborasi.
Pemanfaatan teknologi informasi dan kominakasi (TIK/ICT) dalam pembelajaran saat ini terus berkembang. Bahan belajar merupakan elemen penting dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk pembelajaran. Untuk itu, maka kemampuan seorang dosen dalam mengembangkan bahan belajar berbasis  ICT menjadi sangat penting. Bahan ajar yang di rancang adalah bahan yang dengan sengaja disiapkan untuk keperluan belajar. Ditinjau dari sisi fungsi , bahan ajar yang dirancang dapat dikelompokan menjadi tiga kelompok, yakni bahan prentasi, bahan referensi, dan bahan belajar mandiri. Sedangkan ditinjau dari media ,bahan ajar dapat dikelompokkan menjadi bahan ajar cetak, audio, televisi, multimedia, dan E-Learning (website).
Upaya-upaya peningkatan kompetensi dosen dan  prestasi belajar mahasiswa senantiasa terus dilakukan oleh lembaga pendidikan tinggi, pada setiap faktor yang dapat meningkatkan prestasi belajar mahasiswa. Terlebih-lebih dengan adanya pemanfaatan perangkat teknologi informasi dan komunikasi, yang memungkinkan untuk melakukan aktivitas belajar dan mengajar lebih efektif.
Pengembangan pendidikan menuju e-learning merupakan suatu keharusan agar standar mutu pendidikan dapat ditingkatkan, karena e-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang berlandaskan tiga kriteria yaitu: (1) e-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi, (2) pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet yang standar, (3) memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik paradigma pembelajaran tradisional (Rosenberg 2001; 28), dengan demikian urgensi teknologi informasi dapat dioptimalkan untuk pendidikan.
PAUD adalah jenjang pendidikan prasekolah yang mengantarkan anak menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Pada usia ini anak mengalami masa keemasan dalam tumbuh kembangnya. Oleh karena itu peran pendidik atau guru menjadi sangat penting sebagai pengasuh, pendamping dan pendidik bagi anak didik, sehingga anak memiliki kesiapan mental yang baik, sebagai kunci keberhasilannya kelak.
Dalam rangka meningkatkan kompetensi guru paud maka dipandang perlu untuk “ Mengembangkan  model pembelajaran tik berbasis e-learning untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD di Padang Pariaman Sumatera Barat”.

B.      RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimanakah model pengembangan pembelajaran e-learing yang dapat dikembangkan pada Guru-guru PAUD di Padang Pariaman?
2.    Apa saja potensi pendukung yang dapat diupayakan untuk mengembangkan model pembelajaran e-learning Guru-guru PAUD di Padang Pariaman?
3.  Bagaimanakah pembelajaran e-learning yang efektif untuk dapat meningkatkan kompetensi Guru-guru PAUD di Padang Pariaman?

C.      TUJUAN PENELITIAN

Adapun tujuan penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui model pengembangan pembelajaran e-learing yang dapat dikembangkan pada Guru-guru PAUD di Padang Pariaman.
2. Untuk mengetahui potensi pendukung yang dapat diupayakan untuk mengembangkan model pembelajaran e-learning Guru-guru PAUD di Padang Pariaman.
3.  Diperoleh model pembelajaran e-learning yang efektif untuk dapat meningkatkan kompetensi Guru-guru PAUD di Padang Pariaman.

D.      TINJAUAN PUSTAKA

1.       Pengertian Teknologi Informasi Dan Komunikasi
a.    Menurut PuskurDiknas Indonesia
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi.
1)    Teknologi Informasi adalah meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
2)    Teknologi Komunikasi adalah segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
b.    Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media.
Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan juga merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.
Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan. Teknologi Komunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global. Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi TIK adalah mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani. Juga dapat berkomunikasi dengan biaya murah seperti fasilitas email yang dapat kita pergunakan dengan mudah di internet.
Perkembangan information and communication technology (ICT) atau yang lebih dikenal dengan teknologi informasi dan teknologi (TIK) yang sangat pesat memberikan dampak yang luar biasa pada kehidupan kita sehari-hari. Hampir semua aspek kehidupan, kini telah dimasuki oleh ICT/TIK dengan taraf yang berbeda-beda, tak terkecuali pada bidang pendidikan.

2.     E-Learning
2.1. Pengertian E-Learning
Pengertian E-Learning sangat beragam yang mungkin satu sama lain berbeda, namun satu hal yang sama tentang E-Learning atau electronic learning adalah pembelajaran melalui jasa bantuan elektronik. Pada dasarnya E-Learning adalah pembelajaran yang merepresentasikan keseluruhan kategori pembelajaran yang berbasis teknologi. Sedangkan pembelajaran online atau juga pembelajaran berbasis website adalah bagian dari E-Learning. Namun seiring perkembangan teknologi dan terjadinya pergeseran conten dan adaptivity, saat ini definisi klasik E-Learning tersebut mengalami perubahan menjadi definisi yang lebih kontemporer, yakni suatu pengelolaan pembelajaran melalui media internet atau website yang meliputi aspek-aspek materi, evaluasi, interaksi, komunikasi dan kerjasama.
Dalam Ensiklopedia Wikipedia dijelaskan bahwa e-Learningadalah pembelajaran yang memerlukan alat bantu elektronika. Bisa berupa technology base learning seperti audio dan video atau web-base learning (dengan bantuan perangkat computer dan internet).
Dalam berbagai literatur, e-learning didefinisikan sebagai berikut:
e-Learning is a generic term for all technologically supported learning using an array of teaching and learning tools as phone bridging, audio and videotapes, teleconferencing, satellite transmissions, and the more recognized web-based training or computer aided instruction also commonly referred to as online courses (Soekartawi, Haryono dan Librero, 2002).

E-Learning adalah sebuah proses pembelajaran yang berbasis elektronik. Salah satu media yang digunakan adalah jaringan komputer. Dengan dikembangkannya di jaringan komputer memungkinkan untuk dikembangkan dalam bentuk berbasis E-Learning (website), sehingga kemudian dikembangkan ke jaringan komputer yang lebih luas yaitu internet, inilah system E-Learning dengan menggunakan internet disebut juga internet enabled learning. Penyajian E-Learning atau berbasis website ini bisa menjadi lebih interaktif. Informasi-informsai perkuliahan juga bisa real time. Selain itu juga dengan komunikasinya, meskipun tidak secara langsung tatap muka, tapi forum diskusi perkuliahan bisa dilakukan secara online dan real time. System E-Learning ini tidak memiliki batasan akses, inilah yang memungkinkan perkuliahan bisa dilakukan lebih banyak waktu. Kapanpun siswa bisa mengakses system ini. Aktifitas perkuliahan ditawarkan untuk bisa melayani seperti perkuliahan biasa. Ada penyampaian materi berbentuk teks maupun hasil penyimpanan suara yang bisa di download, selain itu juga ada forum diskusi, bisa juga seorang dosen memberikan nilai, tugas dan pengumuman kepada siswa.
Dengan demikian maka e-learning adalah pembelajaran yang pelaksanaannya didukung oleh jasa teknologi seperti telepon, audio, vidiotape, transmisi satellite atau komputer.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar